BI (Business Intelligence)
BI
adalah seperangkat solusi sistem informasi yang
dapat menuntun kepada percepatan pengambilan keputusan dalam tingkat akurasi yang
tinggi (valid).
BI
seperti yang kita ketahui pada saat ini bisa dikatakan sebagai hasil evolusi dari
Decision Support System (DSS) yang dimulai sekitar tahun 1960
dan berkembang sampai tahun 1980an. Sekitar tahun 1980an mulai dari DSS, EIS
(Executive Information System), data warehouse, OLAP dan BI
mulai menjadi perhatian dan menjadi suatu kesatuan system.
Kerugian BI :
1. Membutuhkan banyak data
Biasanya implementasi Business Intelligence
diterapkan pada perusahaan besar, dalam artian perusahaan yang memiliki data
transaksi yang banyak, dengan demikian untuk mendapatkan data yang besar maka
dibutuhkan pula waktu yang cukup lama, biasanya perusahaan sudah berdiri
5-10tahun lebih sehingga memiliki data yang cukup banyak. Ini menjadi suatu
tantangan bagi perusahaan yang memiliki data transaksi kecil, karena jika ingin
mendapatkan data yang besar harus menunggu waktu yang cukup lama menjadikannya
tidak efektif untuk meningkatkan perusahaan kecil.
2. Perubahan Budaya Perusahaan
Banyak perusahaan yang tidak bisa menerima
perubahan budaya yang terjadi pada perusahaanya. Maka ini menjadi suatu
tantangan bagi perusahaan dalam mengubah budaya lama pada perusahaan menjadi
budaya baru yakni dalam mengimplementasikan Business Intelligence. Perusahaan
yang pada awalnya memiliki data, informasi yang tidak di olah dengan baik,
dengan Business Intelligence data tersebut diolah sebaik mungkin agar memiliki
nilai bagi perusahaanya. Dibutuhkan juga pekerja yang intelektual untuk dapat
mengolah data dan informasi dengan baik.
3. Resiko Kegagalan
Dalam mengimplementasi apapun pasti memiliki
resiko, resiko ini menjadi suatu tantangan maupun kerugian bagi suatu
perusahaan. Business Intelligence dibutuhkan untuk mengolah data, informasi dan
pengetahuan agar menjadi bermanfaat bagi perusahaan. Memiliki resiko kegagalan
yang cukup riskan dalam mengolah data dan informasi, mengapa? Karena data dan
informasi yang diolah itu cukup banyak dan akibat data yang sangat banyak maka
pengumpulan datanya pun tidak teratur, cukup rumit untuk diolah. Sehingga dapat
menyebabkan adanya resiko kegagalan yang akan terjadi jika tidak dikelola
dengan sebaik mungkin.
Manfaat BI
a. Keuntungan
Bagi perusahaan yang telah mengimplementasikan BI, mereka
akan mampu menuai keuntungan keuangan dari implementasi tersebut. Dengan
struktur implementasi BI yang baik, perusahaan akan cerdas mengadaptasikan
tingkat layanan yang ditawarkan demi menjawab kebutuhan pelanggan.
b. Pangsa pasar
Salah satu cara efektif menggenjot keuntungan dan
stabilitas pasar adalah dengan melebarkan pangsa pasar perusahaan. Di tengah
persaingan bisnis yang makin mengganas, monopoli merupakan hal yang beranjak
usang karena pebisnis baru terus bermunculan. Mereka selalu berusaha
menggerogoti pangsa pasar perusahaan yang telah mapan. Salah satu strategi
mereka adalah memangkas harga sebagai strategi mengiming imingi pelanggan suatu
perusahan agar beralih ke produk mereka.
Jika hal itu terjadi, bagaimana cara perusahaan lain mengantisipasi?
Perusahaan dengan keuangan yang lebih stabil tentu akan mampu bertahan, sisanya
bisa jadi akan terlibas persaingan. Perusahaan yang mengimplementasikan BI,
peluangnya akan lebih besar untuk tetap survive jika mereka mampu bereaksi
dengan cepat dan dengan keputusan yang lebih baik mempertahankan pangsa pasar.
c. Pengambilan
keputusan
Keputusan yang Anda buat harus keputusan yang terbaik dari
pilihan yang ada. Kita ambil contoh, Anda mengendarai mobil menuju kantor
sembari mendengarkan siaran radio perkembangan lalu lintas. Sang penyiar
menuturkan bahwa jalan tempat biasa Anda berbelok macet karena terdapat
kecelakaan beruntun. Anda disarankan berbelok di perempatan berikutnya. Anda
memperkirakan, jika tetap nekat melewati jalan tersebut, mungkin Anda akan
terjebak kemacetan sekitar 25 menit. Sementara itu, pilihan yang disarankan
penyiar radio, walau belokannya lebih jauh, tetapi hanya butuh tambahan waktu
15 menit. Berbekal informasi tersebut, keputusan Anda adalah berbelok di
perempatan berikutnya dengan pertimbangan, di jalan tempat biasa Anda berbelok,
kemacetannya tidak dapat Anda pastikan.
Prinsip ini tidak berbeda jauh dengan apa yang dilakukan BI. Yakni
mengambil keputusan terbaik berdasarkan informasi yang dimiliki.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda